Rabu, 07 Oktober 2009

merangkai puitis untukmu pujaan hati

pohon rindang tempat teduhku menyapa pagi,
suasana hening belu terjamah rutinitas manusia.
melihat angka pada jam dinding coklat tua
menyapa cinta dari tidur lelap dengan segala mimpimu

berterima kasih atas helaan nafas yang tetap berpihak padaku juga padamu cinta,
menatap ke depan atas cinta yang entah indah ataupun tidak.
pijakan kakimu pada rumput basah embun nan segar.
merangkai puitis untukmu pujaan hati

0 Comments:

Post a Comment