Minggu, 18 Oktober 2009

kesejukan pagi dari malam yang berbintang

keheningan pagi membuatku terpesona akan kecantikan malam,
cintaku sedang ku ukir di indahnya langit,
wahai penggum cinta, dapatkan kau rasakan
kesejukan pagi dari malam yang berbintang
cintaku, peluklah aku dari kedinginan ini,
hangatkan tubuhku dengan segenap kehangatanmu,
cinta akan ku bawa sampai kelelahan menggantikan rindu di hati,

Kamis, 08 Oktober 2009

aku sayang kamu

Mungkin kata-kata tak begitu bermakna,
merangkai kata setulus yang keluar dari kediaman hati terdalam
tak tahu akankah menjadi indah
mencoba melihat sisi tergelap dari malam,

melihat hitam dengan bintik-bintik terang yang katanya bintang,
tetap tek terinspirasi kata-kata indah,
mencoba melihat danau dengan airnya yang tenang,
menggali segala inspirasi tetap tak dapat
ketika aku mengingat namamu,
aku tahu bahwa kata terindah yang sangat bermakna hanyalah

"aku sayang kamu"

Rabu, 07 Oktober 2009

merangkai puitis untukmu pujaan hati

pohon rindang tempat teduhku menyapa pagi,
suasana hening belu terjamah rutinitas manusia.
melihat angka pada jam dinding coklat tua
menyapa cinta dari tidur lelap dengan segala mimpimu

berterima kasih atas helaan nafas yang tetap berpihak padaku juga padamu cinta,
menatap ke depan atas cinta yang entah indah ataupun tidak.
pijakan kakimu pada rumput basah embun nan segar.
merangkai puitis untukmu pujaan hati

Bagaimana Menghadapi Datangnya Berbagai Kritik?

Setiap datangnya kritik, kita harus bisa menampik kritik tersebut secara bijaksana dan adil, menjaga emosi, menahan marah, atau rasa tidak senang terhadap kritik-kritik yang mungkin tidak layak kita dapatkan atau tidak sesuai dengan kritikan yang dilontarkan untuk kita.

Cobalah bersikap menerima dengan senyum, begitu juga dengan kritik yang bermanfaat/membangun, ambil sisi baiknya (positif), kita harus bisa mengambil manfaat dari kritik-kritik tersebut, karena tanpa kritik, kita tak akan pernah tahu segala hitam kita, segala kekurangan yang mungki harus kita perbaiki.

Yang dapat kita lakukan terhadap kritik-kritik tersebut adalah dengan mengubah pola piker kita/pemahaman kita atas kritik yang menjatuhkan ataupun bahkan membangun. Cobalah untuk selalu membuka diri terhadap perubahan kearah yang lebih baik dari kritik tersebut.

AKU INGIN DIKENANG BUKAN SEBAGAI APA AKU TAPI KARENA AKU PERNAH ADA

Aku membentuk coretan dalam garis-garis huruf yang mungkin tak bermakna, tapi aku ingin dikenang bukan sebagai apa aku melainkan karena aku pernah ada dengan segala hitam dan putihku.

Selpianah adalah sebuah nama yang mewakili keberadaanku dalam pijakan kakiku di planet bumi ini, 051189 adalah angka dimana seorang ibu berjuang keras dengan segala kesakitannya untuk melahirkanku, tanpa pendamping seorang ayah yang sampai sekarang tak pernah ku tahu sosoknya. Sejak aku berumur 2 bulan aku tinggal bersama seorang nenek yang sangat menyanyangiku sampai pada umur 5 tahun Ibuku menikah kembali dengan seorang pria yang sampai sekarang aku sebut Ayah, pernikahan tersebut menghasilkan 3 orang adik untukku, mereka adalah Yandi Jahya, Yasinta Jahya, Tamara Jahya.

Aku tinggal di sebuah kota yang temasuk dalam kawasan Jabotabek yaitu Bekasi, tepatanya di daerah yang cukup jauh dari keramaian kota Bekasi yaitu Babelan yang sekarang telah berkembang dibandingkan waktu dulu aku masih kecil.

Sekarang aku berada pada jenjang pendidikan Perguruan tinggi di sebuah Universitas swasta yaitu Universitas Gunadarma Kalimalang, namun sebelum sampai pada jenjang tersebut aku tentunya telah melewati masa-masa sekolah dasar di SDN 01 Babelan, kemudian 3 tahun aku melanjutkan di SMPN 01 Babelan, selesai mengenakan seragam putih biru, aku pun mulai mengenakan putih abu-abu menandakan aku telah memiliki kemampuan untuk duduk di bangku SMA, pada masa ini aku mengambil sekolah Kejuruan yaitu SMK ANANDA BEKASI, dengan jurusan Sekretaris.

SD, SMP, SMK, Kuliah aku telah mendapat banyak sekali pengalaman juga teman-teman dan teman-teman yang sampai sekarang masih bertahan untuk menerimaku dengan seluruh apa adanya aku adalah, Anatya, Esther Meyroli, Erni Pratiwi (Ephe), Qisti Nurida Qibtiah, Esther Amelia, M.Rizki, M. Derry, Nerius Rio, Andhika Adhari, Kombong, dll.

SD,SMP,SMK,Kuliah kulalui dengan banyak sekali cerita-cerita lucu dan unik, memutar otak kembali ke masa yang lampau dimana aku memiliki banyak kisah yang harus dikenang, bukan karena ingin terkenal, melainkan ingin di kenang karena aku pernah ada dan menjalani serangkaian pengalaman yang tak dapat dinilai dengan emas, mobil termewah sekalipun.
Aku bukan seseorang yang terkenal ataupun orang yang menjuluki dirinya pintar, namun aku hanya dapat selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik yang aku miliki. Sejak SD aku bisa mendapatkan peringkat 10 besar kelas, bahkan pernah mendapatkan peringkat 1, namun semuanya berfluktuasi, begitu juga SMP, yang paling berkesan adalah ketika SMK, Disana aku mulai mendapatkan jati diriku, aku mulai mengenal karakterku, bidang kemampuanku, dan kekuranganku, dimulai dari kelas 1, aku berada pada jurusan sekretaris dimana dikelas tersebut seluruh siswanya perempuan, aku mulai unjuk gigi dibidang public speaking, ketika ada presentasi, debat materi, seminar, dan semacamnya, bisa dibilang aku cukup menonjol dibidang tersebut, sehingga aku selalu berusaha terdepan dalam hal ini, pada kelas 2, aku mulai menojol kembali pada bidang pelajaran B.Inggris, sehingga pada waktu ada perlombaan debat B.Inggris antar sekolah aku bisa mendapat juara, walaupun hanya juara 3, kemudian ada seorang guru agama Buddha yang mengajakku untuk mencoba ikut lomba berceramah agama, akupun tertarik dan mencoba, dan tebak apa yang kudapatka?, aku mendapat juara 1 dan dapat mewakili wilayah Jawa Barat untuk ikut lomba agama Tingkat Nasional, melihat berbagai Peserta dari berbagai Propinsi, kakiku seakan tak ada daya untuk melangkah maju, tapi hal tersebut tak bisa menghentikan posisi diriku yang juga sebagai peserta, 3 hari kulalui dan hasil yang sangat dinanti olehku dan juga seluruh teman dari propinsi Jawa Barat, akupun bisa menyumbangkan gelar juara 2 disana. Dari hal itulah aku mulai yakin bahwa itulah kemampuanku.


Kalimalang, setiap hari aku menuju tempat tersebut dengan menggunakan sebuah motor Nouvo yang sampai sekarang masih setia menemaniku dalam hujan ataupun panas, disanalah aku memompa semangatku untuk belari mengejar cita-cita, mengejar kebanggaan akan diriku yang pernah ditentang untuk kuliah, dengan kondisi keluarga yang hanya seorang pedagang, yang memiliki pla pkir bahwa kuliah tidak akan memberikan kenyataan akan mimpi untuk menjadi sukses, bahkan sampai sekarang aku telah mencapai semester 5, keluargaku masih saja memandangku sebelah mata, memandangku dengan segala ketidakyakinan, kadang celaan datang, tak pernah sedikitpun ku dengar pujian. Tapi aku memiliki angan, memiliki mimpi, memiliki keyakinan yang kuat, membuktikan egigihanku untuk dapat merubah pola pikir mereka dan sekedar mendapatkan pujian dari rasa bangga mereka terhadap kesuksesanku nanti.


Vihara tempat beribadah yang selalu menenangkan hatiku, aku beragama Buddha yang selalu berusaha patuh dan menjalani kehidupan sesuai ajarannya. Vihara Dana Paramita, tempat yang selalu dapat membuka mataku lebar akan kesempurnaan Buddha.
Cinta, belum sedikitpun ku singgung dalam cerita ini, tapi hanya sekedar mengulas bahwa kehidupan cintaku sangat rumit, kadang aku terbuai karenanya, kadang aku terpuruk karenanya, sudah cukup banyak tapi tidak lebih dari 15 orang lelaki yang masuk ke dalam pentas percintaanku yang rumit, namun sekarang cinta yang rumit tesebut masih bertahan dengan seorang lelaki yang bernama Kristiandi Karly yang mudah-mudahan masih bisa menerima diriku dengan segala hitam dan putihku, berharap dengan doa akan cinta yang selalu membuatku bangga dan berkeinginan untuk merasakannya. Selalu mencoba berusaha dapat menerima segala perubahan walaupun kadang aku menangis karenanya, mencoba selalu mempersiapkan diriku untuk melepas cinta tersebut, bukan karena peraaan itu hilang bagai tumpukan debu yang terhempas pasir, namun hanya karena perempuan ini ingin semua berbahagia.


Disinilah aku berada, di Planet Bumi yang akan mengenang diriku, bukan sebagai apa aku tapi karena aku pernah ada disana, menginjakan kaki yang kadang lemah namun juga kuat. Ketika nanti aku harus merasakan hembusan nafasku yang terakhir, aku ingin kepada semua yang mengenalku, pernah mengenalku, atau bahkan mengenalku tapi tak ingin pernah mengenalku, aku sebagai manusia yang juga memiliki 2 sisi, hitam dan putih. Ingin dikenang, bukan sebagai apa aku, tapi karena aku pernah ada dengan segala kerumitannya.

;;